AKUNTANSI DAN KONSEP SISTEM (TUGAS SOFTSKILL SISTEM INFORMASI AKUNTANSI)

AKUNTANSI DAN KONSEP SISTEM

 

Pendahuluan

Proses akuntansi menawarkan mekanisme untuk merekam dan meringkas informasi akuntansi dan proses itu memberikan arus informasi baik dari atas kebawah maupun sebaliknya. Beberapa konsep yang relevan dari teori sistem dijelaskan dan diterapkan untuk pemrosesan informasi akuntansi.

Sedangkan menurut para ahli sistem didefinisikan sebagai berikut :
1) Menurut Cole dalam Baridwan (1999:3), “Sistem adalah suatu kerangka dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan yang disusun sesuai dengan suatu skema yang menyeluruh untuk melaksanakan suatu kegiatan atau fungsi perusahaan”.
2) Mulyadi (2000 : 1) menyatakan “Sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan yang lainnya yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.
3) Menurut Widjajanto (2001 : 1) “Sistem adalah sesuatu yang memiliki bagian-bagian yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu melalui tiga tahap yaitu input, proses dan output”.
4) Marom (2002 : 1) menyatakan “Sistem adalah suatu jaringan dari prosedur-prosedur yang disusun dalam rangkaian secara menyeluruh untuk melaksanakan berbagai kegiatan atau fungsi pokok dalam suatu badan usaha”.
Dari defenisi di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah bagian-bagian atau prosedur-prosuder yang saling berinteraksi antara satu dengan yang lainnya dalam rangkaian secara menyeluruh untuk berfungsi bersama-sama dalam mencapai tujuan tertentu.

 

Ciri sistem

Sistem adalah serangkaian bagian yang disesuaikan untuk menyelesaikan serangkaian sasaran. Menurut definisi ini, sistem apapun, apakah sistem komputer ataukah salah satu dari sistem yang disebut diatas, memiliki tiga ciri:

  1. Bagian komponen, atau unsur nyata yang dapat dilihat, didengar atau dirasakan
  2. Suatu proses, dengan jalan mana bagian itu diselaraskan.
  3. Sasaran, atau tujuan terhadap mana bagian kompona diselaraskan.

 

Subsitem dan supersistem

Sistem tingkat yang lebih rendah disebut subsistem, yang masing-masing juga menyatakan suatu proses dengan jalan mana komponen diselaraskan untuk mencapai serangkaian sasaran. Subsistem juga merupakan bagian dari supersistem tingkat yang lebih tinggi, atau suatu sistem dari sistem.

 

Tipe sistem

  1. Sistem tertutup

Sistem tertutup sepenuhnya terisolasi dari lingkungannya. Sistem tertutup lebih merupakan konsep teroritis dari pada konsep praktris, sebab semua sistem berinteraksi dengan lingkungannya dalam beberapa hal.

  1. Sistem tertutup relatif

Sistem tertutp relatif bereaksi dengan lingkungannya dengan cara yang sudah dikenal dan terkontrol. Sistem yang  dirancang dengan baik membatasi, tetapi tidak menghilangkan ,kelemahannya terhadap lingkungan.

  1. Sistem terbuka

Sistem terbuka merupakan salah satu sistem yang mana interaksi sistem dengan lingkungannya tidak terkontrol. Disamping memiliki input dan output, sistem memiliki gangguan, atau input yang tidak terkontrol, yang mempengaruhi proses dalam sistem.

  1. Sistem kontrol umpan balik

Dalam sistem kontrol umpan balik, bagian output sistem dikembalikan sebagai suatu input bagi sistem.

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI

Akuntansi sebagai suatu sistem

Sistem akuntansi yang dirancang dengan baik merupakan contoh sistem tertutup relatif. Sistem ini memiliki proses yang mengubah input menjadi output dan menggunakan kontrol internal untuk membatasi pengaruh lingkungannya.

 

input outputs

#economic                             # report

Events                                # document

Process

# recording

# posting

# adjusting

# controlling

 

(gambar proses akuntansi sebagai sistem tertutup)

Subsistem dari sistem akuntansi

Sistem akuntansi memiliki bagian komponen yang merupakan sistem mereka sendiri. Petugas pemrosesan data pada umumnya berbicara mengenai sistem akuntansi yang terbentuk dari sistem aplikasi. Sistem aplikasi merupakan serangkaian prosedur dan program komputer yang melakukan tujuan akuntansi khusus.

Daur transaksi merupakan suatu sistem yang terdiri dari subsistem yang merupakan sistem aplikasi. Masing-masing daur transaksi merupakan contoh sistem informasi akuntansi.

Kebanyakan auditor mengenal empat daur transaksi berikut :

  1. Daur pendapatan. Transaksi akuntansi yang dihasilkan dari kejadian ekonomi yang menghasilkan pendapatan bagi entitas akuntansi.
  2. Daur pengeluaran. Transaksi akuntansi yang disebabkan oleh kejadian ekonomi yang diperlukan untuk memperoleh bahan dan perlengkapan bagi entitas akuntansi.
  3. Daur konversi. Transaksi akuntansi yang direkam ketika mengubah inventori yang dibeli menjadi produk jadi yang dapat dijual.
  4. Daur finansial. Transaksi akuntansi yang merekam pemerolehan dari para pemilik dan kreditor, dan penggunaan kapital tersebut untuk memperoleh kekayaan yang diperlukan untuk menghasilkan pendapatan.

 

Interface

Kebanyakan sistem memiliki interface yang memberikan saranan interaksi dengan lingkuan.  Interface adalah hubungan dimana transaksi mengadakan satu sistem dan memasukan sistem lainnya.

 

 

 

 

Decoupling

Decoupling sering disediakan oleh file dalam sistem akuntansi. Decoupling memperkenankan sistem aplikasi individual untuk beroperasi secara mandiri, sehingga output suatu sistem tidak secara langsung menjadi suatu input bagi sistem yang lain.

 

AKUNTANSI SEBAGAI SUBSISTEM

Sistem informasi organisasi memiliki tujuan yang memanjang diluar yang sudah dikenal bagi sistem akuntansi. Bagaian ini menggunakan konsep dan terminologi untuk memeriksa sistem informasi manajemen dan subsistemnya.

 

Aktivitas pengambilan keputusan

Henry lucas mendefinisikan sistem informasi sebagai “serangkaian prosedur yang terorganisir yang , apabila ketika laksanakan, memberikan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan kontrol dalam organisasi”.

 

 

Management control

 

 

Operating control

 

 

 

(gambar tingkat aktivitas manajerial)

 

Perencanaan strategik

Perencanaan strategik  adalah proses pengambilan keputusan atas sasaran organsasi , atas perubahan dalam sasaran, atas sumber daya yang digunakan untuk mencapai sasaran itu, dan atas kebijakan yang digunakan untuk mengatur pemerolehan, penggunaan, dan disposisi terhadap sumber daya tersebut.

 

Pengendalian manajemen

Aktivitas pengendalian manajemen pada pokoknya merupakan kepentingan para manajemen menengah dalam organisasi, yang mencakup para pria dan wanita yang bertugas didalam pabrik, bagian penjualan, dan aktivitas administrasi dan keahlian mesin.

 

Pengendalian operasional

Aktivitas pengendalian operasional dilaksanakn oleh kepala dan supervisor departemen, para manajer pada tingkat yang paling bawah.

PROBLEM  KEPUTUSAN  DAN TINGKAT AKTIVITAS

Aktivitas yang berbeda dilakukan pada berbagai tingkat manajerial dalam suatu organisasi. Para menajer pada setiap tingkat menghadapi putusan yang berbeda.

 

Problem tak terstruktur

Problem yang dihadapi oleh manajemen puncak biasanya tak terstruktur, banyak alternatif yang tersedia tatapi terdapat sedikit petunjuk mengenai alternatif terbaik untuk diikuti.

 

Problem terstruktur

Keputusan yang dihadapi para manajer pada tingkat operasional sangat berbeda. Pada tingkat ini, para manajer diserahi tugas tertentu oleh manajemen menengah dan sring diberi pengarahan yang jelas tentang bagaimana melaksanakan setiap tugas.

Sistem yang diperlukan untuk problem terstruktur  adalah berbeda, sebab sistem itu memusatkan pada pemrosesan data historis dari dalam organisasi.

 

Problem semiterstruktur

Banyak keputusan yang dihadapi manajemen yang tidak dapat diklasifikasikan secara mudah sebagai terstruktur atau tak terstruktur. Sistem informasi yang digunakan untuk keputusan semiterstruktur cenderung menggabungakan ciri dari sistem yang digunakan bagi keputusan  terstruktur dan tak tersrtuktur.

 

Spektrum kebutuhan informasi manajemen

Seperti semua sistem, sistem informasi manajemen terdiri dari banyak subsistem, yang masing-masing merupakan sistem informasi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengambilan keputusan manajemen.

 

Sistem informasi akuntansi

Sistem informasi akuntansi merupakan sistem pemrosesan transaksi, sistem penganggaran belanja dan sistem akuntansi pertanggungjawaban. Masing-masing merupakan komponen sistem informasi manajemen yang memberikan informasi untuk mengambil keputusan pada semua tingkatan dalam organisasi.

 

Sistem penunjang keputusan

sementara sistem informasi akuntansi sangat terstruktur dan paling berguna pada tingkat organisasi yang lebih rendah, maka sistem penunjang keputusan paling berguna pada tingkat yang lebih tinggi.

 

 

PENDEKATAN  SISTEM

Pendekatan sistem merupakan suatu cara  untuk melakukan  pendekatan terhadap suatu problem  yang berasal dari teori sistem. Pendekatan sistem mengakui hubungan sistem-subsistem dalam situasi problem apapun dan memberikan suatu metode terstruktur.

 

SUMBER : Sistem informasi akuntansi

Oleh: Soetojo soeparlan

Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma

 

http://www.akuntanmaniak.co.cc/2010/06/konsep-dasar-sistem.html

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s