PROSES PENGEMBANGAN SISTEM (tugas sistem informasi akuntansi)

PROSES PENGEMBANGAN SISTEM

PENDAHULUAN

Bab ini memperkenalkan anda pendekatan sistem yang diterapkan terhadap sistem akuntansi, suatu proses yang merupakan bagian dari daur hidup pengembangan sistem. Para akuntan perlu mengetahui tentang proses ini karena dua alasan. Pertama , mereka berpartisipasi dalam tim proyek yang mendesain sistem akuntansi. Kedua, para auditor memeriksa dan memberikan saran bagi sistem baru sebelum sistem itu dilaksanakan.

TUJUAN PENGEMBANGAN SISTEM

Kualitas Sistem yang Sukses

Tak ada sistem informasi akuntansi yang sepenuhnya sukses atau gagal  sama sekali. Dalam konteks ini, keberhasilan merupakan kualitas yang yang relatif , suatu sistem dikatakan sukses apabila ia mencapai sebagian besar sasaran yang dituju. Secara umum, sistem informasi akuntansi dikatakan sukses apabila ia mencapai empat tujuan. Pertama, ia harus menghasilkan informasi yang benar dan tepat waktu. Kedua, ia harus selesai dalam jangka waktu yang masuk akal. Ketiga, sistem harus memenuhi kebutuhan organisasi akan informasi. Dan akhirnya, para pemakainya harus merasa puas atas sistem itu.

Informasi yang benar dan tepat waktu

Dalam sistem akuntansi, kesalahan dan kebohongan merupakan dua sumber informasi yang tidak benar. Sistem akuntansi yang sukses memiliki kontrol internal yang mencegah dan melacak kesalahan dan kebohongan. Para akuntan dan auditor seringkali berpartisipasi dalam proses pengembangan sistem sebab mereka, yang lebih banyak dari pada kebanyakan para profesional lain yang bekerja dengan menggunakan komputer, memahami tentang kontrol internal.

Informasi dianggap tepat waktu apabila ia tersedia bagi pemakainya ketika diperlukan untuk mengambil keputusan. Sebagian dari sistem akuntansi yang menggunakan komputer sebelumnya memiliki kesalahan serius. Informasi yang tepat waktu tersedia dengan menggunakan metode  pemrosesan transaksi yang memenuhi kebutuhan pemakai sistem.

Waktu yang diperankan untuk pengembangan sistem

Kualitas lain dari sistem akuntansi yang sukses adalah bahwa pengembangannya harus selesai dalam jangka waktu yang masuk akal. Banyak sistem akuntansi yang besar memerlukan tiga tahun atau lebih untuk berkompetisi. Perusahaan yang telah menggunakan komputer selama bertahun-tahun dapat menceritakan cerita yang horor mengenai sistem yang tidak pernah diselesaikan.

Memenuhi kebutuhan organisasi

Kualitas ketiga dari sistem yang sukses adalah bahwa ia memenuhi kebutuhan organisasi yang melaksanakannya. Sistem itu harus memebrikan informasi yang berguna dan relevan dengan para pemakainya. Untuk menghasilkan sistem yang sukses, organisasi juga harus membuat jadwal perencanaan sistem jangka panjang. Tipe perencanaan ini memberikan kebutuhan informasi pada tingkat yang lebih luas dari pada yang diperbolehkan oleh analisis proyek demi proyek.

Apapun suatu sistem diinginkan untuk aplikasi pemrosesan transaksi atau untuk membantu keputusan manajemen pada tingkat yang kurang terstruktur, perencanaan sistem yang memadai diperlukan jika dianggap merupakan kesuksesan.

Pemenuhan pemakai dengan sistem

Suatu sistem biasanya dianggap sukses apabila para pemakainya merasa puas. Sebenarnya, banyak profesional sistem menganggap kepuasan pemakai sebagai indikator kesuksesan yang paling kuat.

Tujuan utama tinjauan setelah pelaksanaan ini adalah untuk menentukan apakah para pemakai yang dimaksudkan mengandalkan pada sistem dan untuk menentukan apakah mereka senang dengan operasi dan outputnya. Dengan menggunakan survei dan interview, mereka dapat menentukan apakah para pemakai merasa puas dengan sistem itu.

 

Menambah Penerimaan Pemakai

Seringkali organisasi mengalokasikan waktu dan uang untuk mengembangkan sistem baru tetapi mendapatkan bahwa para pemakai tidak bersedia menggunakannya. Suatu sistem secara teknis bisa jadi berupa suara, yang dirancang secara konsisten dengan kebutuhan organisasi, dan menghasilkan informasi yang benar dan tepat waktu.

Para pemakai mungkin keberatan terhadap sistem baru karena beberapa alasan. Kadang-kadang seorang staf mungkin merasakan adanya ancaman ekonomi karena takut kehilangan pekerjaan. Para perancang sistem telah belajar mengantisipasi problem itu, dan mengambil langkah-langkah selama pengembangan sistem untuk memperoleh penerimaan pemakai atas sistem baru.

 

Input pemakai dalam menetapkan kebijakan

Komisi pengarah sistem informasi harus melibatkan para pemakai. Komisi pengarahan harus memiliki wakil-wakil dari pimpinan atas dan dari semua departemen pemakai sistem informasi pokok: akuntansi, pemasaran, produksi, keahlian teknik, audit internal, dan lain-lain.

Komisi pengarahan memberikan input pemakai kedalam pemilihan sistem baru untuk mengembangkan. Oleh karena penting, komisi itu menentukan prioritas untuk proyek sistem yang disetujui.

Dukungan pemakai bagi proyek

Para perancang sistem harus menyusun daftar dukungan pemakai bagi proyek pengembangan yang sedang berjalan. Dalam mengembangkan sistem akuntansi yang sukses, kemampuan  penjualan dan keterampilan antar perorangan yang baik adalah sama pentingnya dengan keterampilan teknis.

Partisipasi pemakai aktif dalam proyek

Para pemakai sebaiknya tidak hanya percaya terhadap manfaat proyak sistem baru tetapi juga menjadi partisipasi aktif dalam proses perencanaan. Para akuntan biasanya berpartisipasi dalam merancang sistem akuntansi, demikian juga para karyawan dari departemen pengoperasian yang terkait.

Tim proyek harus memberikan input pemakai terhadap proses pengembangan keseluruhan.

Tanggung jawab pemakai atas sistem yang dilaksanakan

Salah satu tujuan dilibatkannya pemakai dalam seluruh kehidupan proyek adalah agar seorang manajer dalam bidang pemakai yang terkait melaksanakan tanggung jawab  atas sistem yang dilaksanakan.

Manajer ini kemudian menjadi pendukung untuk sistem itu.dia dapat membantu melatih para pemakai yang lain, menjawab pertanyaan atau memecahkan persoalan dalam departemen pemakai, dan bertidak selaku penghubung dengan departemen MIS atas masalah teknis.

Relevansi dengan Akuntan

Para akuntan adalah auditor terhadap sistem akuntansi. Para auditor menginginkan sistem yang menghasilkan informasi yang dapat dipercaya dan tepat sehingga mereka dapat mengandalkannya selama proses audit.

Anda dapaat melihat pentingnya proses pengembangan sistem dari perspektif akuntan, dan mengetahui sesuatu tentang masalah perilaku dalam pengembangan sistem.

DAUR HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM

Sistem informasi memberikan sumbangan bagi keputusan manajemen pada tingkat perencanaan strategik, kontrol manajemen, operasional.

Daur hidup pengembangan sistem menjelaskan bagaimana suatu sistem informasi mencapai kemajuan dari konsepsinya sebagai suatu ide, melalui proses pengembangan, dan menuju operasi rutin.

Komponen SDLC

Komponen SDLC meliputi perencanaan sistem, analisis, rancangan, palaksanaan dan pengoperasian.

Perencanaan Sistem

Idealnya, pengembangan sistem terjadi dalam konteks rencana induk sistem yang menselaraskan proyek pengembangan sistem informasi yang baru dengan rencana jangka panjang perusahaan.

Analisis Sistem

Analisis sistem merupakan proses pemeriksaan terhadap sistem informasi yang ada dan lingkungannya untuk mengidentifikasi perbaikan yang mungkin.

Desain Sistem

Selama perencanaan sistem, tim menterjemahkan rekomendasi yang dibuat dalam analisis sistem menjadi satu bentuk yang dapat dilaksanakan.

Pelaksanaan Sistem

Begitu komisi pengarahan sistem informasi menyetujui ketentuan terperinci bagi sistem baru, makan dimulailah pelaksanaannya. Selama pelaksanaan, tim proyek diperbesar untuk mencakup para programmer dan karyawan tata usaha dari departemen pemakai.

Operasi Sistem

Konversi sistem tidak mengakhiri proses pengembangan sistem. Beberapa bulan setelah pengoperasian sistem baru dimulai, dilakukan tinjauan ulangan pasca pelaksanaan.

Metodologi Pengembangan Sistem Formal

Beberapa metodologi pengembangan sistem formal terdiri dari komponen daur hidup pengembangan sistem. Metodologi ini tidak menghasilkan analisis sistem, perencanaan sistem, dan pelaksanaan sistem terhadap fase yang berbeda seperti yang dijelaskan sebelumnya.

Analisis Sistem Terstruktur dan Rancangan

Selama tahun 1970-an banyak organisasi mengambil metodologi pengembangan sistem formal yang didasarkan konsep tentang analisis terstruktur dan rancangan terstruktur.

Teknik analisis terstruktur lebih mengandalkan pada penggunaaan diagram aliran data dari pada bagan aliran.

MENIRU BENTUK ASLI

Pendekatan bentuk asli merupakan suatu alternatif bagi metodologi pengembangan sistem melalui fase pada SDLC. Meniru bentuk asli merupakan proses pengulangan yang menghindari struktur dan proses persetujuan formal periodik pada pendekatan yang melalui fase.

Persyaratan bagi Kesuksesan Meniru Bentuk Asli

Meniru bentuk asli mungkin digunakan secara sukses pada sistem pemrosesan transaksi yang relatif kecil yang dilaksanakan dengan teknologi state-of-the-art. Meniru bentuk asli dugunakan secara luas untuk mengembangkan sistem dukungan keputusan sebab bentuk asli dapat dibiasakan pada pilihan pengambilan keputusan dan gaya keputusan.

Pendekatan Terhadap Peniru Bentuk Asli

Setiap variasi tentang pendekatan peniruan bentuk asli terhadap pengembangan sistem mungkin sukses kapan saja alat software yang sesuai diterapkan terhadap aplikasi yang sesuai.

 

SUMBER : buku ; Sistem informasi akuntansi

Oleh: Soetojo soeparlan

Diterbitkan pertama kali oleh Gunadarma

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s