Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Teknologi Pendukung Utama Bisnis Masa Depan (tugas sistem informasi akuntansi)

PENDAHULUAN

Sebuah perkiraan yang dikemukakan oleh pakar telematika K.R.M.T. Roy Suryo Notodiprojo bahwa ke depan segalanya akan serba “e”, yakni e-commerce, e-scholl, e-business, e-government, e-public relation, e-dan (Penyalahgunaan dan kejahatan internet). Ini justru yang berkembang luar biasa. (Pikiran Rakyat, 23 Mei 2007- Rubrik Apa dan Siapa) mengarahkan pola pandang kecenderungan berbagai pola aktivitas di masa yang akan datang akan beralih pada basis teknologi. Konsep bisnis saat ini yang cenderung dengan orientasi pada pelanggan dengan berbagai pendekatan, termasuk penggunaan konsep Customer Relationship Management (CRM) dalam pengelolaan informasi pelanggan (Customer Information Management) yang dikemukakan oleh Kaj Storbacka “Ideally, the system should be constructed to allow ‘Automatic’ access to the required information as well as automatically store customer data”.(2001:128). Demikian pula Bernd H. Schmitt menyatakan “Three Marketing Trends at the turn of the new millenium (1) The Omnipresence of Information Technology,(2)The Supremacy of Brand (3)The Ubiquity of Communications and Entertainment”. (1999:3-10). Kenyataan lain dalam dunia perbankan yang mayoritas telah menerapkan aplikasi Automatic Teller Machine-ATM sebagai media pendekatan pada nasabahnya serta mulai meluasnya penerapan sistem validasi on-line dan Electronic Fund Transfer-EFT perbankan. Belakangan terjadi pula pergeseran dari Electronic-“e-“ menjadi Mobile-“m-“. Gambaran di atas menunjukkan perubahan kecenderungan pola perilaku hidup masyarakat sebagai konsumen dalam bisnis yang sangat dipengaruhi oleh penggunaan alat-alat berteknologi terutama teknologi komunikasi sebagai media pertukaran informasi dengan kapasitas pertukaran data yang semakin besar volumenya.

Pemanfaatan Teknologi dalam Bisnis

Penggunaan teknologi yang meluas digunakan dalam dunia bisnis adalah pada teknologi komunikasi & Informasi yang didalamnya didukung dengan alat utama yaitu komputer, sejalan dengan perkembangan teknologi dalam bidang tersebut yang sangat cepat. Penggunaan awal sebagai media dalam pengolahan data administratif intern secara lokal dalam perusahaan dengan memanfaatkan konfigurasi jaringan (Networking) berupa Local Area Network (LAN) dengan komunikasi data intern berupa Intranet yang kemudian berkembang menjadi alat komunikasi data lintas wilayah dengan menggunakan konfigurasi jaringan luas berupa Wide Area Network (WAN), Value Added Network (VAN) dan semakin berkembang menjadi Megapolitan Network yang jaringannya meluas pada wilayah seluruh dunia sehingga komunikasi data berkembang pada Internet (Komunikasi Jaringan Penggunaan Bebas) dan ekstranet (Komunikasi Jaringan Penggunaan Terbatas). Terjadi pula pergeseran teknologi dalam konfigurasi jaringan ini dari penggunaan kabel biasa dan kabel serat optik hingga penggunaan nirkabel Wirelless Fidelity-Wifi). Perluasan kemampuan komputer dengan konfigurasi networking mengembangkan pola bisnis yang turut berkembang yang pada awalnya dengan memanfaatkan internet sebagai media marketing berupa promosi produk dan perluasan pengenalan profil perusahaan, berkembang menjadi media komunikasi berupa pembentukan komunitas sesama pemakai produk dan produsennya dengan mediator e-mail dalam internet sehingga perusahaan dapat dengan mudah mendekatkan diri dengan pelangganny, perkembangan berlanjut menjadi proses transaksi jual beli produk (e-trade) serta transaksi pertukaran financial dalam dunia perbankan (e-payment dan e-banking) dan kemudian dikembangkan lebih luas lagi menjadi berbagai pola komersialisasi bisnis (e-commerce dan e-business) perkembangan masih berlanjut dengan pergeseran elektronik secara dekstop menjadi portable atau mobile sehingga tercipta berbagai media transaksi on-line dengan penggunaan mobile-phone.

Peranan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dan Value Chain dalam Bisnis
1. Inbound Logistics terdiri dari penerimaan, penyimpanan, dan distribusi bahan-bahan masukan yang digunakan oleh organisasi untuk menghasilkan produk dan jasa yang dijualnya.

2. Operasi (Operations) adalah aktivitas-aktivitas yang mengubah masukan menjadi jasa dan produk yang sudah jadi, sebagai contoh, aktivitas perakitan di dalam sebuah perusahaan otomotif mengubah bahan mentah menjadi mobil yang lengkap.

3. Outbond Logistics adalah aktivitas-aktivitas yang melibatkan distribusi produk yang sudah jadi ke para pelanggan. Sebagai contoh, mengirimkan mobil yang sudah jadi melalui jasa pelayaran ke para dealer mobil, adalah aktivitas outbond logistics.

4. Pemasaran dan Penjualan, mengarah pada aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan membantu para pelanggan untuk membeli jasa atau produk yang dihasilkan organisasi. Pemasangan iklan adalah sebuah contoh kegiatan pemasaran dan penjualan.

5. Pelayanan (Service), memberikan dukungan pelayanan purna jual kepada para pelanggan. Misalnya pelayanan perbaikan dan perawatan.

Kelima aktivitas tersebut didukung oleh lima aktivitas lain yaitu :

1. Infrastructur Perusahaan, mengarah pada kegiatan akuntansi, keuangan, hukum, dan administrasi umum yang penting bagi sebuah organisasi. SIA adalah bagian dari infrastruktur perusahaan.

2. Sumber Daya Manusia, melibatkan aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan perekrutan, pengontrakan, pelatihan, pemberian kompensasi dan keuntungan bagi pegawai.

3. Teknologi merupakan aktivitas yang meningkatkan produk dan jasa, contohnya penelitian dan pengembangan, investasi dalam teknologi informasi yang baru, pengembangan website, dan desain produk.

4. Pembelian (Purchasing), termasuk seluruh aktivitas yang mengakibatkan perolehan bahan mentah, suplai, mesin dan bangunan yang digunakan untuk melaksanakan aktivitas-aktivitas utama.(2004:7-Jilid1).

SIA dan Pengendalian
Struktur Pengendalian Intern dalam sistem informasi akuntansi dari COSO (Committee of Sponsoring Organizations) yang dikembangkan saat ini terdiri dari lima komponen yaitu Pengendalian Lingkungan, Pengendalian Operasional, Pengendalian – Penilaian Resiko, Pengendalian Informasi & Komunikasi, Pengendalian dgn Pengawasan Kinerja dan ISACF (Information systems Audit and Control Foundation mengembangkan kerangka pengendalian COBIT (Control Objective for Information and Related Technology) (Romney, 2004:230, Jilid 1), implementasinya akan memberikan pengendalian yang melibatkan pihak manajemen untuk melakukan perbandingan atas praktik keamanan dan pengendalian dalam lingkungan teknologi informasi yang dikembangkannya, dan memberikan user merasakan pelayanan dari aplikasi teknologi informasi berupa jaminan kemanan yang memadai serta kemudahan bagi auditor dalam melakukan verifikasi internal guna rekomendasi atas sistemnya. COBIT merangkum standar pengendalian berdasarkan pada 36 sumber yang berbeda dalam satu kerangka pengendalian yang akan memberikan dampak besar dalam pengendalian sistem informasi basis komputer. (Romney, 2004:232, jilid 1). Standarisasi pengendalian intern yang diberikan COSO maupun COBIT telah mencakup integralisasi sistem dan lingkungannya dalam sistem informasi akuntansi berbasis komputer dengan penggunaan model ERP.

Permasalahan yang terjadi pada software akuntansi adalah pada kemampuan yang difasilitasi berupa angka-angka dimana penguasaan dari aspek akuntansi sebagai bahasa bisnis menjadi sesuatu kekuatan untuk mensiasati peluang dan tantangan yang terjadi berdasarkan keadaan posisi keuangan dan pendapatan yang disajikan. Karakteristik Strategi Bisnis Strategi dalam kegiatan bisnis diperlukan untuk mensiasati kegiatan manajemen operasional untuk memenangkan tujuan dan laba memadai.

Bisnis yang berorientasi pada aspek kelangsungan hidup usaha (going concern) menggunakan prinsip analisis terhadap kemampuan keuangan yang merupakan modal pendorong hidup dan matinya perusahaan Strategi bisnis yang efektif dapat dicapai melalui penjabaran rencana dan pelatihan berdasarkan sasaran dengan kekuatan fungsi dan peran masing-masing. Karakteristik keputusan manajemen strategi bervariasi menurut tingkat aktivitas yang dilaksanakan. Perlu juga disimak bahwa program kerja perusahaan adalah presentasi dari misi bisnis yang diuraikan antara lain :

1. Tujuan utama perusahaan adalah mencari laba finansial, sehingga diperlukan suatu penanganan informasi pendapatan.

2. Produk (barang dan jasa) harus disesuaikan dengan keinginan atau selera konsumen

3. Biaya produk (cost of product) harus lebih kecil dari pendapatan (revenue)

4. Harga produk harus dapat dijangkau oleh konsumen sebagai sasaran Beberapa hal di atas telah menjadi Berdasarkan penjabaran di atas, peluang usaha perusahaan untuk memperoleh daya dukung dari semua tingkatan manajemen sangat tergantung pada kemampuan manajemen melakukan 5 (lima) fungsi manajemen yang mengukur kinerja, yakni : planning (perencanaan), directing (pengarahan), organizing (pengaturan), coordinating (pengkoordinasian) dan controlling (pengawasan). Kegiatan Bisnis yang Dipengaruhi Software (Piranti Lunak) untuk sebuah aplikasi sistem mempengaruhi pola kerja para end-user untuk mengelola data transaksi berbasis prinsip universal.

Pemakaian teknologi informasi telah memungkinkan setiap rencana bisnis dan tindakan diperlukan berbasis fasilitas program aplikasi yang tersedia. Menurut Kusnadi (2000), prinsip manajemen strategi dapat dijabarkan melalui beberapa pendekatan yang mungkin dapat dilakukan, yaitu :

1). Perencanaan strategi menembus (merembes)-unsur-unsur penentu kebijakan telah diinfiltrasi dengan berbagai aliran informasi pada tingkatan manajemen

2). Proses perencanaan komprehensif – Disini diperlukan analisis fungsional terhadapa upaya untuk mengintegrasikan rencana dengan kemampuan sumber daya yang ada.

3). Sistem nilai pendukung- suatu dukungan terhadap fungsi penyajian informasi melalui instrumen analisis keuangan. Komputer merupakan media elektronik untuk melakukan 3 fungsi utama, yakni : menghitung, mengolah dan menyimpan. Dari aspek pemrosesan data bisnis, ada beberapa kegiatan utama yang dapat dipenuhi oleh suatu software akuntansi, yakni :

1. Merencanakan kebutuhan material baik bahan mentah maupun barang jadi-sehingga diharapkan daya saing

2. Mempelajari apakah aktiva tetap perusahaan masih dapat digunakan sebagai alat untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan

3. Menyiapkan dana cadangan diperlukan untuk membayar kewajiban yang timbul sebagai akibat perolehan aktiva dan modal

4. Mengadakan pemikiran tentang bagaimana meningkatkan kesejahteraan anggota/karyawan perusahaan

5. Mengadakan proyeksi anggaran, yaitu kegiatan menggunakan satuan-satuan moneter untuk menterjamhkan kapasitas dana bagi keperluan pengembangan sumber daya yang potensial.

Daftar Pustaka

Blocher, Chen & Lin “Manajemen Biaya Jilid 1”, Diterjemahkan oleh A. Susty Ambarriani, M.Si, Akt., Mc Graw Hill CompaniesInc., Salemba Empat, Jakarta, 2000.

Dennis, Anita, “Never fear change – new AICPA President Barry C. Melancon’s views on the accounting profession”, Journal of Accountancy, July 1995. FindArticles.com http://www.findarticles.com/p/articles/mi_m6280/is_n1_180/ai_17322372

Hall, James A., “Accounting Information Systems”, 3rd Edition, 2003

Josua Tarigan, “Biometric Security: Alternatif Pengendalian dalam Sistem Informasi”, Jurnal Akuntansi & Keuangan Vol 6 No.2, 2004:90-105, Fakultas Ekonomi, Universitas Kristen Petra, Http://puslit.petra.ac.id/~puslit/journals/

Kaj Storbacka & Jarmo R. Lehtinen, “Customer Relationship Management, Creating Competitive Advantage through win-win Relationship Strategies”, Mc Graw Hill Education, Singapore, 2001.

Marshall B. Romney & Paul John Steinbart, “Accounting Information Systems, Jilid I-II”, 9th Edition, , Diterjemahkan oleh Dewi Fitriasari, S.S, M.Si. dan Deny Amos Kwary, S.S., Pearson EducationPrentice-Hall, Salemba Empat Jakarta, 2004.

Michael E. Porter dalam Marshall B. Romney & Paul John Steinbart, “Accounting Information Systems, Jilid I”, 9th Edition, , Pearson EducationPrentice-Hall, Salemba Empat Jakarta, 2004.

Pikiran Rakyat, 23 Mei 2007-“ Rubrik Apa dan Siapa”

Schmitt, Bernd H., “Experiental Marketing, How to Get Customers to Sense, Feel, Think, Act and Relate to Your Company Brands”, The Free Press, New York, USA, 1999.

The Deloitte & Touche Review dalam Blocher, Chen & Lin “Manajemen Biaya Jilid 1”, Mc Graw Hill CompaniesInc., Salemba Empat, Jakarta, 2000.

Turban, Mc Lean & Wetherbe, “Information Technology for Management, Making Connection for Strategic Advantage”, 2nd Edition, John Willey & Sons, Inc., USA, 2001.

Dennis, Anita, “Never fear change – new AICPA President Barry C. Melancon’s views on the accounting profession”. Journal of Accountancy. July 1995. FindArticles.com. 26 Mar. 2007. http://www.findarticles.com/p/articles/mi_m6280/is_n1_180/ai_17322372

sumber : http://ferrykosadi.multiply.com/journal/item/19
http://www.software-indo.com/software-akuntansi-ditinjau-dari-aspek-kepentingan-bisnis.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s